Lembaga Pengabdian Masyarakat

BUKU PEDOMAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS PATTIMURA
(buku dalam format file pdf)

KATA PENGANTAR

Buku Pedoman Pengabdian Kepada Masyarakat bagi Dosen UNPATTI dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas program pengabdian kepada masyarakat, terutama mengenai keluarannya yang harus terukur dan diharapkan hasilnya harus dapat dipublikasikan di tingkat lokal, nasional dan internasional.

Buku pedoman ini memuat panduan teknis yang diarahkan untuk dosen dapat menerapkan IPTEKS kepada masyarakat dan pengabdian berbasis riset (diseminasi), serta PKM Dosen yang dilakukan mandiri. Sejauh ini bentuk usulan ide pengabdian masyarakat dari dosen juga diarahkan untuk berkompetisi secara nasional pada skim pengabdian masyarakat yang dikoordinir oleh DP2M Kemenristek Dikti yang bisa dituntun dengan Buku X DP2M..

Diharapkan dengan adanya buku pedoman ini, para dosen pengabdi mendapatkan informasi yang lengkap untuk mengikuti perkembangan yang ada dan sekaligus pula buku pedoman seperti ini dapat mengatasi kesulitan memperoleh informasi yang disebabkan oleh sering tidak terdokumentasikannya dengan baik berbagai dokumen dan kebaruannya.

Buku Pedoman ini diharapkan juga dapat memperlancar pertanggungjawaban administrasi berbagai pihak terkait, namun sama sekali tidak dimaksudkan untuk membatasi kreativitas para pengusul kegiatan.

Atas terbitnya Buku Pedoman Hibah Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat UNPATTI ini kami menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pemangku kepentingan yang tetap dan terus berjuang untuk memajukan kehidupan masyarakat.

Ketua LPKM UNPATTI

Drs. Rachman Talaohu, M.Si
NIP:195206151981031001


KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Arah dan Fokus Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat
C. Jenis Pengabdian

II. PENGELOLAAN
A. Ketentuan Pelaksanaan
B. Prosedur Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat
C. Kewajiban Pelaksana

III. PENULISAN PROPOSAL DAN LAPORAN
A. Tipografi Penulisan
B. Sistematika Penulisan Proposal
C. Sistematika Penulisan Laporan

IV. PENUTUP
Tim Penyusun Buku Pedoman Pengabdian Kepada Masyarakat
Lampiran


I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kiprah Universitas Pattimura (UNPATTI) yang memiliki otonomi pengelolaan adalah menata secara mandiri pada setiap unit dan lembaganya secara proporsional serta secara bersamaan menjunjung tinggi prinsip akuntabel sebagai pusat penyelenggaraan pendidikan tinggi, penelitian ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam Sistem Pendidikan Nasional saat ini yang terus mengalami perubahan sesuai dengan tuntutan para pemangku kepentingan, lebih lanjut disebutkan bahwa program pengabdian kepada masyarakat seyogyanya diarahkan pada pemanfaatan dan penerapan hasil penelitian maupun hasil pendidikan di Perguruan Tinggi, dimana kesemuanya bermuara untuk tujuan pemberdayaan masyarakat demi mewujudkan kesejahteraan.

Adapun pengabdian kepada masyarakat menurut buku Panduan Pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang dikeluarkan DP2M Kemenristek Dikti (Buku X) merupakan pengamalan ipteks yang dilakukan oleh Perguruan Tinggi secara melembaga melalui metode ilmiah langsung kepada masyarakat (di luar kampus yang tidak terjangkau oleh program pendidikan formal) yang membutuhkannya, dalam upaya menyukseskan pembangunan dan pengembangan manusia pembangunan.

Pengabdian kepada masyarakat di Perguruan Tinggi dapat dipersepsikan sebagai industri pelayanan, dikembangkan antara lain dalam bentuk Pendidikan dan Pelayanan kepada Masyarakat, Pengembangan Wilayah, Kaji Tindak (Action Research), dan Kuliah Kerja Nyata. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai industri pelayanan haruslah memiliki sifat-sifat yang sesuai dengan kebutuhan, tujuan, dan harapan pemilik pemangku kepentingan atau stakeholders (baik pemilik kepentingan ekternal yakni mahasiswa, orang tua mahasiswa, masyarakat, pemerintah, dan pihak lain yang memanfaatkan hasil pendidikan tinggi maupun pemilik kepentingan internal yakni dosen, unsur pimpinan, unsur administrasi, dan unsur pelaksana teknis) secara terpadu, harmonis, dan sinergis. Disamping itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan menganut azas kelembagaan, azas ilmu-amaliah, azas kerjasama, azas kesinambungan, dan azas edukatif.

Agar pengabdian kepada masyarakat dapat dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan uraian di atas, maka diperlukan adanya batasan pengertian, ketentuan-ketentuan, persyaratan, dan/atau prosedur dalam pelaksanaannya.

B. Arah dan Fokus Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat
Arah dan fokus kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang perlu dilaksanakan adalah tidak lain untuk meningkatkan kegiatan pengabdian atas dasar tanggung jawab sosial demi kepentingan rakyat melalui pelayanan yang prima dan komprehensif. Atas dasar pelayanan dimaksud maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut seyogyanya berdasarkan riset sebagai bentuk desiminasi hasil-hasil penelitian untuk menyelesaikan masalah-masalah aktual di dalam masyarakat.

Universitas Pattimura telah menetapkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) difokuskan pada empat bidang prioritas yaitu :

  1. Pemberdayaan Masyarakat (Social Capital and Capacity Building)
  2. Peningkatan Nilai Tambah Produk Sumberdaya Alam (Value Added)
  3. Ketahanan Pangan dan Farmasi (Food Security and Farmation)
  4. Energi Terbarukan (Renewable Energy)

Disamping empat fokus prioritas di atas, maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dalam lingkungan UNPATTI juga mengikuti agenda DP2M Kemenristek Dikti. Dengan ditetapkannya fokus kegiatan tersebut, maka seluruh unit pelaksana kegiatan PKM baik di tingkat fakultas maupun universitas wajib menjabarkan arah dan fokus kegiatan PKM kedalam program kerja masing-masing unit sesuai dengan prasarana dan kompetensinya.

C. Jenis Pengabdian
Jenis pengabdian kepada masyarakat di Universitas Pattimura dibedakan atas dasar bentuk, kewenangan pelaksana, jumlah pelaksana, dan sumber dana.

  1. Pengabdian kepada Masyarakat Berdasarkan Bentuknya. Berdasarkan bentuknya, pengabdian kepada masyarakat dibedakan atas pengabdian (berdasarkan) kepakaran dan pengabdian (dalam rangka) transfer teknologi. Pengabdian kepakaran adalah pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen sesuai dengan bidang ilmunya. Pengabdian kepakaran ini dapat dilakukan antara lain dalam bentuk (1) penyuluhan, (2) pelatihan, dan pendampingan. Adapun pengabdian transfer teknologi adalah
    pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen berdasarkan hasil-hasil penelitian yang akan diterapkan (diaplikasikan) kepada masyarakat.
  2. Pengabdian kepada Masyarakat Berdasarkan Kewenangan. Berdasarkan kewenangannya, pengabdian kepada masyarakat dibedakan atas pengabdian kepada masyarakat yang bersifat mandiri dan pengabdian kepada masyarakat yang bersifat latihan (magang). Pengabdian mandiri adalah pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen yang telah memiliki jabatan akademik. Adapun pengabdian latihan (magang) adalah pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen yang belum memiliki jabatan akademik.
  3. Pengabdian kepada Masyarakat Berdasarkan Jumlah Pelaksana. Berdasarkan jumlah pelaksananya, pengabdian kepada masyarakat dibedakan atas pengabdian kepada masyarakat perseorangan dan pengabdian kepada masyarakat kelompok. Pengabdian kepada masyarakat perseorangan adalah pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan secara perorangan. Adapun pengabdian kepada masyarakat kelompok adalah pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan secara berkelompok baik dalam bidang ilmu serumpun maupun interdisipliner.
  4. Pengabdian kepada Masyarakat Berdasarkan Sumber Anggaran. Berdasarkan sumber anggaran, pengabdian kepada masyarakat dibedakan atas pengabdian kepada masyarakat dengan anggaran Universitas Pattimura, pengabdian kepada masyarakat dengan anggaran dari luar Universitas Pattimura, dan Pengabdian kepada Masyarakat dengan Anggaran Mandiri.

D. Pengabdian kepada Masyarakat dengan Anggaran Universitas Pattimura
Pengabdian kepada masyarakat dengan anggaran dari Universitas Pattimura dibedakan atas Pengabdian kepada Masyarakat Reguler dan Pengabdian kepada Masyarakat Nonreguler.

  1. Pengabdian kepada Masyarakat Reguler
    Pengabdian kepada Masyarakat Reguler adalah pengabdian kepada masyarakat yangdilaksanakan berdasarkan tawaran LPKM Universitas Pattimura. Penawaran dilaksanakan setiap awal semester. Batas waktu pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dan penyampaian laporan pelaksanaannya selambat-lambatnya pada akhir semester terkait. Untuk pengabdian kepada masyarakat ini, dosen dapat mengajukan usulan ke LPKM setiap semester sekali. Apabila seorang dosen belum menyampaikan laporan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, dosen tersebut tidak diizinkan untuk mengajukan usulan baru.
  2. Pengabdian kepada Masyarakat Nonreguler
    Pengabdian kepada Masyarakat Nonreguler adalah pengabdian kepada masyarakat yan dilaksanakan berdasarkan (a) permintaan dari masyarakat, lembaga, instansi, dan (b)penugasan LPKM atas pertimbangan khusus/strategis. Pengabdian kepada Masyarakat Nonreguler atas permintaan dari masyarakat lembaga, instansi dapat diberi anggaran apabila ada surat permintaan yang ditujukan kepada Ketua LPKM. Apabila permintaan tidak dialamatkan kepada Ketua LPKM, penerima surat permintaan harus meneruskan surat permintaan tersebut kepada Ketua LPKM. Pengabdian kepada Masyarakat Nonreguler baru dapat dilaksanakan apabila Surat Tugas sudah dikeluarkan oleh LPKM. Pengabdian kepada Masyarakat Nonreguler yang dilaksanakan atas dasar permintaan masyarakat lembaga, instansi, tersebut akan diberikan anggaran apabila anggaran LPKM yang diajukan berdasarkan perencanaan Universitas Pattimura masih tersedia. Apabila anggaran sudah tidak tersedia lagi, Surat Tugas akan dikeluarkan dengan catatan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan tidak termasuk ke dalam Pengabdian kepada Masyarakat Nonreguler, melainkan sebagai Pengabdian kepada Masyarakat Anggaran Mandiri.
  3. Pengabdian kepada Masyarakat Anggaran Mandiri Pengabdian kepada Masyarakat Anggaran Mandiri adalah kegiatan kepada masyarakat yang dilaksanakan dengan anggaran mandiri (anggaran pribadi yang dikeluarkan oleh pelaksana pengabdian kepada masyarakat). Jenis pengabdian ini tetap diakui sebagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen mengingat seorang dosen tetap berkewajiban untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat meskipun anggaran terbatas atau bahkan tidak tersedia. Para dosen yang akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat jenis ini terlebih dahulu harus mengajukan surat pemberitahuan ke LPKM sebagai dasar bagi Ketua LPKM untuk menerbitkan Surat Tugas.

F. Pengabdian kepada Masyarakat dengan Anggaran dari Luar Universitas Pattimura
Pengabdian kepada masyarakat dengan anggaran dari luar universitas adalah pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen dengan anggaran yang bersumber dari luar Universitas Pattimura Ambon. Anggaran tersebut misalnya bersumber dari (1)DP2M Kemenristek DIKTIi dan (2) Lembaga atau Instansi di luar Kemenristek DIKTI. Sumber anggaran yang disebut akhir dapat berasal dari Dalam Negeri maupun Luar Negeri.


II. PENGELOLAAN
Dalam bab ini akan dibicarakan dua hal penting, yakni ketentuan pelaksanaan, prosedur pengajuan usulan pengabdian kepada masyarakat, dan kewajiban pelaksana.

A. Ketentuan Pelaksanaan

  1. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dimaksud adalah pengabdian kepada
    masyarakat yang dilakukan oleh dosen PNS.
  2. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat dilaksanakan atas dasar permintaan dari masyarakat atau atas dasar rencana/ inisiatif sendiri
  3. Dalam mengusulkan sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat, pengusul harus mendeskripsikan kegiatan dengan memasukkan semua hal yang terkait dengan penjenisan di atas, yakni pengabdian kepada masyarakat berbentuk penyuluhan, pendampingan, atau pelatihan (untuk layanan kepakaran) atau transfer teknologi; bersifat mandiri atau latihan (magang), dilaksanakan perseorangan atau kelompok; dan dengan anggaran bersumber dari universitas atau dari luar universitas. Perlu diketahui bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bersifat mandiri hanya dapat dilakukan oleh dosen yang telah memiliki jabatan akademik.
  4. Setiap kegiatan pengabdian kepada masyarakat dihitung 1 SKS apabila kegiatan pengabdian itu dilaksanakan selama 50 jam dengan rincian sebagai berikut.
  • a. untuk persiapan, perizinan, dan pelaporan maksimal 8 jam
  • b. untuk pelaksanaan minimal 26 jam,
    1) untuk pertemuan perencanaan kegiatan, maksimal 2 jam
    2) untuk pelaksanaan kegiatan 22 jam
    3) untuk pertemuan evaluasi pelaksanaan kegiatan, maksimal 2 jam
  • c. untuk perjalanan maksimal 16 jam.
  1. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk teoretik (misalnya penyuluhan) paling sedikit diikuti oleh 20 peserta dan bukan hanya setingkat RW atau dusun, minimal setingkat RT.
  2. Pengabdian dengan sumber dana dari universitas
  • a. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan sumber anggaran dari universitas diajukan oleh LPKM berdasarkan perencanaan yang sudah dituangkan dalam dokumen perencanaan dan RKA/KL universitas.
  • b. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah direncanakan penganggarannya melalui dokumen perencanaan universitas dilaksanakan melalui penawaran pada setiap awal semester dan melalui penugasan Ketua LPKM.
  • c. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan untuk pembinaan dan pemberdayaan Masyarakat diberikan dana hasil perencanaan LPKM.
  • d. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan atas dasar permintaan masyarakat, lembaga, instansi, serta penugasan khusus atas pertimbangan LPKM dana hasil dokumen perencanaan LPKM.
  • e. Kegiatan pengabdian atas permintaan masyarakat yang telah didanai dari lembaga luar (pihak penyelenggara) maka tidak didanai lagi oleh LPKM.
  • f. Kegiatan pengabdian yang tidak/belum diatur dalam ketentuan butir 6.a sampai dengan butir 6.e di atas, akan diatur tersendiri
  1. Pengabdian dengan sumber dana dari luar Universitas Pattimura diberlakukan denga aturan atau ketentuan tersendiri, disesuaikan dengan ketentuan atau aturan pemberi dana.

B. Prosedur Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat
Dalam melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dosen diwajibkan mengikuti prosedur yang ditetapkan LPKM. Dalam hal ini, LPKM merupakan pusat koordinasi, mediasi, fasilitasi bagi para dosen dalam melaksanakan pengabdian kepada
masyarakat. Prosedur pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat di Universitas Pattimura dibedakan atas dasar sumber anggaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan.

1. Pengabdian kepada Masyarakat dengan Sumber Anggaran dari Universitas

Prosedur pengajuan usulan pengabdian kepada masyarakat dengan sumber anggaran dari UNPATTI dibedakan atas 3 macam prosedur.

a. Prosedur I

  1. LPKM menyampaikan penawaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat
  2. Dosen mengajukan usulan pengabdian kepada masyarakat dengan menggunakan form yang ditentukan oleh LPKM dengan dilampiri proposal Pengabdian kepada Masyarakat.. Catatan: Jika pengusul melibatkan mahasiswa dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, nama mahasiswa harus dicantumkan. Dalam hal ini prioritas tugas dan tanggung jawab tetap pada dosen.
  3. Proposal kegiatan pengadian kepada masyarakat yang diajukan ke LPKM dipertimbangkan oleh Gugus Tugas (Task Force) Kegiatan PKM.
  4. LPKM mengumumkan proposal kegiatan yang lolos dalam pertimbangan disertai dengan subsidi anggaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
  5. LPKM memberikan Surat Tugas.
  6. Dosen melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
  7. Dosen mengumpulkan laporan pelaksanaan pengabdian PKM
  8. Dosen meminta surat keterangan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
  9. Dosen menyampaikan laporan ke LPKM tentang pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakannya (dalam bentuk hardcopy sebanyak 2 eksemplar dan softcopy dengan format pdf).

b. Prosedur II

  1. LPKM menerima surat permintaan pengabdian kepada masyarakat dari pemangku kepentingan (stakeholder) eksternal.
  2. LPKM memberikan tugas kepada dosen sesuai dengan kepakarannya. Catatan: Pimpinan Fakultas wajib menyerahkan daftar dosen beserta kepakarannya ke LPKM. Daftar dosen berdasar kepakaran diperbaharui jika ada perubahan (penambahan maupun pengurangan) dosen di fakultas tersebut.
  3. LPKM memberikan Surat Tugas
  4. Dosen melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
  5. Dosen meminta surat keterangan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
  6. Dosen menyampaikan laporan ke LPKM tentang pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakannya (dalam bentuk hardcopy sebanyak 2 eksemplar dan softcopy dengan format pdf).

c. Prosedur III

  1. LPKM menyusun rencana kegiatan atau LPKM menerima permintaan pengabdian kepada masyarakat dari pemangku kepentingan (stakeholder) internal.
  2. LPKM memberikan tugas kepada dosen sesuai dengan kepakarannya.
  3. Dosen mengajukan permohonan pencairan subsidi anggaran kegiatan dilampiri dengan Surat Tugas dari Kepala LPKM.
  4. LPKM memberikan Surat Tugas
  5. Dosen melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
  6. Dosen meminta surat keterangan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
  7. Dosen menyampaikan laporan ke LPKM tentang pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakannya (dalam bentuk hardcopy sebanyak 2 eksemplar dan softcopy dengan format pdf).

2. Pengabdian kepada Masyarakat dengan Sumber Anggaran Mandiri

  • a. Pengabdian kepada masyarakat dengan sumber anggaran mandiri dilakukan atas inisiatif dosen dan tanpa diberikan anggaran dari UNPATTI.
  • b. Pengabdian kepada masyarakat dengan sumber anggaran mandiri dapat pula berupa usulan pengabdian kepada masyarakat yang disampaikan oleh dosen ke LPKM namun (karena keterbatasan alokasi anggaran) kegiatan pengabdian tersebut tidak dapat diberikan subsidi anggaran.
  • c. Pengabdian kepada masyarakat dengan anggaran mandiri dilaksanakan dengan Prosedur IV berikut.
  1. LPKM menerima pemberitahuan dan permohonan surat tugas pengabdian kepada masyarakat dari dosen yang melaksanakan kegiatan pengabdian.
  2. LPKM memberikan tugas kepada dosen sesuai dengan kepakarannya.
  3. Dosen melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
  4. Dosen meminta surat keterangan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
  5. Dosen menyampaikan laporan ke LPKM tentang pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakannya (dalam bentuk hardcopy sebanyak 2 eksemplar dan softcopy dengan format pdf).

3. Pengabdian dengan Sumber Dana dari Luar
Merupakan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen dengan sumber dana dari luar UNPATTI baik dari DP2M Kemenristek DIKTI, ataupun anggaran dari Lembaga / Instansi di luar Kemenristek DIKTI, baik dari Dalam Negeri maupun Luar
Negeri. Untuk pengabdian tersebut LPKM akan memberikan penawaran melalui pengumuman baik melalui laman (website) UNPATTI dan/atau melalui surat. Prosedur kegiatan pengabdian dengan sumber dana dari luar UNPATTI akan diatur tersendiri menyesuaikan dengan aturan dari pemberi (sumber) dana.

C. Kewajiban Pelaksana
Dosen yang melaksanakan pengabdian kepada masyarakat mempunyai kewajiban berikut:

  1. Terlibat aktif sejak dari persiapan sampai dengan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
  2. Mempertanggungjawabkan kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dengan menyampaikan laporan ke LPKM selambat-lambatnya sebulan setelah pelaksanaan (khusus yang diselenggarakan pada akhir semester, laporan harus disampaikan ke LPKM selambat-lambatnya semester tersebut berakhir).
  3. Menjaga citra UNPATTI maupun pribadi.

III. PENULISAN PROPOSAL DAN LAPORAN
Proposal dan laporan pengabdian kepada masyarakat disusun dengan memperhatikan ketentuan berikut.

A. Tipografi Penulisan
Proposal dan laporan pengabdian kepada masyarakat dengan sumber anggaran dari UNPATTI diatur dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Warna cover: biru (sama dengan warna berdera UNPATTI)
  2. Batas (margin) atas, bawah, kiri, dan kanan masing-masing 4cm, 3cm, 4cm, dan 3cm.
  3. Jenis huruf (font) adalah times new roman dengan ukuran diatur sebagai berikut:
  • a. Judul bab: 14pt, kapital (uppercase), cetak tebal (bold)
  • b. Sub judul pertama: 12pt, kapital (uppercase) pada awal kata, cetak tebal (bold)
  • c. Naskah: 12pt
  • d. Jarak antarbaris tulisan (spasi) diatur sebagai berikut:
    1) Judul bab diketik dengan spasi tunggal
    2) Naskah diketik dengan spasi ganda
    3) Jarak judul bab dengan naskah tiga kali spasi tunggal

B. Sistematika Penulisan Proposal

  • 1. Judul
  • 2. Latar Belakang Masalah
  • 3. Sasaran dan Lokasi Kegiatan
  • 4. Tujuan/Kegunaan
  • 5. Tinjauan Pustaka. Uraian mengenai landasan teori atau pustaka yang menjadi acuan atau yang menimbulkan gagasan dan mendasari kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
  • 6. Materi dan Metode Pelaksanaan
  • 7. Hasil yang Diharapkan (beriri manfaat bagi stakeholders)
  • 8. Jadwal Pelaksanaan. Untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan waktu 50 jam atau lebih, rincian waktu kegiatan harus jelas.
  • 9. Organisasi Pelaksana
    a. Ketua Pelaksana
    b. Anggota
    c. Tenaga Pembantu
  • 10. Pembiayaan
    a. Honorarium
    b. Perjalanan, makan, dan penginapan
    c. Peralatan
    d. Bahan habis pakai
    e. Dan lain-lain
  • 11. Lampiran
    a. Daftar Pustaka
    b. Daftar Riwayat Hidup Pelaksana
    c. Peta Lokasi (untuk yang 50 jam atau lebih)
    d. Dan lain-lain

C. Sistematika Penulisan Laporan

  • Halaman Judul
  • Halaman Pengesahan
  • Kata Pengantar
  • Daftar Isi
  • Isi Laporan
  • 1. Pendahuluan. Kondisi atau situasi yang menjadi penyebab dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kemukakan juga proses adiministratif yang mengawali kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut.
  • 2. Latar Belakang. Gejala atau fenomena substansial yang menyebabkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan.
  • 3. Tujuan Kegiatan Pengabdian. Maksud dan tujuan yang ingin diperoleh melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
  • 4. Manfaat Kegiatan Pengabdian Uraian mengenai manfaat yang riil dilaksanakannya pengabdian kepada masyarakat.
  • 5. Sasaran Kegiatan. Khalayak yang menjadi sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
  • 6. Pelaksanaan Kegiatan. Bagaimana kegiatan dilaksanakan, hambatan-hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan kegiatan dan bagaimana solusinya.
  • 7. Materi dan Metode. Deskripsi materi dan metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat.
  • 8. Kesimpulan dan Saran. Uraian hasil yang diperoleh melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan rekomendasi penting yang perlu disampaikan berkaitan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
  • Lampiran
  • a. Surat Permohonan dari Masyarakat (jika atas permintaan masyarakat)
  • b. Surat Tugas dari Ketua LPKM
  • c. Proposal Kegiatan PKM
  • d. Surat Keterangan Melaksanakan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat.
  • e. Daftar Hadir Peserta
  • f. Materi
  • g. Riwayat Hidup

IV. PENUTUP
Buku Pedoman Pengabdian Kepada Masyarakat ini disusun untuk memberikan arah bagi para pengabdi yang adalah Dosen UNPATTI, dimana berbagai hal perlu diatur sebagaimana diungkapkan di atas yang dimaksudkan untuk memberikan jaminan mutu atas pelaksanaannya. Hal-hal yang belum diatur dalam ketentuan yang tertera pada Buku Pedoman ini tentunya akan diatur dengan memperhatikan peraturan yang kedudukannya lebih tinggi dimana tujuannya hanya untuk memberikan jaminan mutu pada kegiatan dan hasil yang akan dicapai dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Tim Penyusun Buku Pedoman Pengabdian Kepada Masyarakat:

  1. Prof. Dr. Ir. Marcus J. Pattinama, DEA.
  2. Irwanto, SHut, MSi